Palangka
Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran
menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kolaborasi
seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri
menghadapi ancaman karhutla dan dampak kabut asap di wilayah Kalteng.
Hal itu
disampaikan Agustiar saat menjawab pertanyaan murid melalui Kelas Digital
Huma Betang menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) dari
Media Center Posko Karhutla yang berada di halaman Rumah Jabatan Gubernur,
Istana Isen Mulang, Rabu (9/9/2026).
Ia
menilai keberhasilan pengendalian karhutla merupakan hasil kerja bersama antara
pemerintah, aparat, masyarakat, termasuk generasi muda. “Menangani karhutla ini
perlu semua pihak, berkolaborasi semua pihak,” tegas Agustiar.
Menurutnya,
semangat gotong royong merupakan bagian penting dari identitas masyarakat
Kalimantan Tengah. Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan filosofi Huma
Betang yang mengajarkan kebersamaan dan kehidupan yang saling
mendukung.
Agustiar
juga menjelaskan bahwa kondisi geografis Kalteng yang luas serta
memiliki kawasan gambut yang besar membuat pengendalian karhutla menjadi
tantangan tersendiri. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan
keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Ia
mengapresiasi peran berbagai pihak yang terus bekerja mengendalikan dampak
karhutla sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan. Menurutnya,
kondisi tersebut tidak terlepas dari kerja bersama dan kesadaran masyarakat.
“Bukan
kehebatan kelompok orang, golongan orang, satu orang dan semuanya. Itu karena
semua elemen masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Gubernur kemudian mengajak para murid untuk ikut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan. Menurutnya, generasi muda bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga Kalimantan Tengah agar tetap aman, sehat, dan lestari.
(Rzn/Foto: Media Disdik)