PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK Tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Zoom Sosialisasi Responden SPI KPK Tahun 2026, Rabu (22/7/2026).
Dalam sambutannya, Reza Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu mengikuti sosialisasi secara virtual. Menurutnya, kehadiran seluruh unsur pendidikan, termasuk orang tua siswa, menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya integritas di lingkungan pendidikan Kalimantan Tengah.
"Terima kasih kepada seluruh Bapak, Ibu, serta orang tua yang telah berkenan mengikuti kegiatan ini. Mudah-mudahan pertemuan secara virtual ini tidak mengurangi semangat kita untuk bersama-sama membangun pendidikan yang berintegritas," ujar Reza.
Ia menjelaskan bahwa Survei Penilaian Integritas (SPI) merupakan instrumen yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengukur kualitas layanan publik, termasuk sektor pendidikan. Melalui survei tersebut, KPK ingin memastikan bahwa pelayanan pendidikan berjalan sesuai prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas sehingga mampu menghasilkan ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Lebih lanjut, Reza menerangkan bahwa SPI Pendidikan juga menjadi sarana untuk mengukur dampak implementasi pendidikan antikorupsi di jenjang SMA, SMK, dan SKH. Karena itu, ia berharap seluruh responden mengisi survei dengan jujur, objektif, dan berdasarkan kondisi yang sebenarnya agar hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, keberhasilan SPI KPK tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi aktif kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik akan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pendidikan di Kalimantan Tengah sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih baik di masa mendatang.
Di akhir arahannya, Reza Prabowo mengajak seluruh satuan pendidikan untuk menjadikan SPI KPK bukan sekadar kegiatan pengisian survei, melainkan momentum memperkuat budaya integritas, kejujuran, dan tata kelola pendidikan yang bersih. Ia optimistis, dengan komitmen bersama, dunia pendidikan di Kalimantan Tengah akan semakin maju, transparan, dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter serta berintegritas tinggi.
(Rzn/Foto: Media Disdik)