BUNTOK – Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi murid. Evaluasi terhadap pengelolaan BOS menjadi perhatian penting untuk memastikan setiap anggaran yang dikelola satuan pendidikan benar-benar mendukung kebutuhan pembelajaran dan perkembangan murid.

‎Reza menyampaikan dirinya akan melakukan audit dan evaluasi terhadap pengelolaan dana BOS di satuan pendidikan SMA/SMK/SKH. Evaluasi tersebut salah satunya untuk melihat sejauh mana dana yang diterima sekolah dikelola secara efektif untuk memenuhi kebutuhan operasional selama satu tahun. “Saya mau audit dan evaluasi dana BOS. Kalau dikelola dengan baik, cukup tidak setahun?” ujar Reza saat bertemu MKKS Buntok, Senin (21/9/2026).

‎Menurutnya, pengelolaan BOS harus diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung kepada murid. Salah satu gagasan yang didorong adalah memperkaya kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, bahkan hingga sekitar 25 jenis ekstrakurikuler, sehingga murid memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan minat, bakat, karakter, dan keterampilannya. Dengan pengelolaan yang tepat, kebutuhan pembinaan ekskul dapat direncanakan secara lebih terukur.

‎“Menambah ekskul, misalnya 25, sehingga BPP hanya untuk membayar guru yang mengajar ekskul,” jelasnya. Gagasan tersebut merupakan bagian dari upaya agar pembiayaan pendidikan di sekolah tidak sekadar terserap secara administratif, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh murid.

Reza juga mengingatkan seluruh kepala sekolah agar memahami batasan penggunaan dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku. “Jangan sampai dana BOS ini tidak sesuai dengan peruntukannya. Harus tepat sasaran, harus benar-benar dirasakan oleh murid kita. Jangan untuk menambah penghasilan gurunya. Misalnya guru sudah mendapatkan gaji, jangan lagi ditambah insentif menggunakan dana BOS, itu tidak boleh,” tegasnya.

‎Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Disdik Kalteng membangun pengelolaan anggaran pendidikan yang akuntabel, efektif, dan berorientasi pada kepentingan murid. Melalui audit dan evaluasi, Reza ingin memastikan setiap rupiah yang dikelola sekolah memiliki manfaat yang jelas bagi proses pembelajaran, pengembangan bakat, serta peningkatan kualitas pendidikan murid di Kalimantan Tengah.

(Rzn/Foto: Media disdik)