PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pemutakhiran Data Dukung Revitalisasi SMK Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan data sarana dan prasarana SMK di Kalimantan Tengah tersaji secara akurat, lengkap, mutakhir, transparan, dan akuntabel sebagai dasar pelaksanaan program revitalisasi sekolah kejuruan.

‎Ketua panitia, Tutang dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 114 peserta dari 73 SMK, baik secara luring maupun daring. Para peserta mendapatkan materi mengenai panduan pemutakhiran data revitalisasi SMK, pemutakhiran data prasarana, hingga pendampingan dan verifikasi data. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Direktorat SMK, dengan pembiayaan yang bersumber dari dana sharing pemerintah pusat dan APBD Tahun 2026.

‎Membuka kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, profesional, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, program revitalisasi SMK merupakan upaya bersama untuk memastikan sarana, prasarana, dan ekosistem pembelajaran benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui konsep link and match.


‎Reza menekankan bahwa keberhasilan program revitalisasi sangat bergantung pada kualitas perencanaan yang diawali dengan data yang valid. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan fasilitasi ini menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi, memastikan seluruh sekolah mengikuti standar teknis yang berlaku, serta menyampaikan data yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

‎Dalam arahannya, Reza meminta seluruh kepala SMK dan operator sekolah agar memastikan data yang diunggah benar-benar mencerminkan kondisi riil di sekolah serta selaras dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan kebijakan pemerintah. Ia juga mengimbau peserta memanfaatkan sesi pendampingan secara maksimal untuk berkonsultasi dengan narasumber guna menghindari kesalahan administratif, sekaligus mematuhi seluruh tahapan dan batas waktu yang telah ditetapkan agar proses verifikasi di tingkat provinsi maupun pusat dapat berjalan lancar.

‎"Kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan. Karena itu saya berharap seluruh SMK dapat berkomitmen menghadirkan data yang valid dan akurat agar program revitalisasi benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Kalimantan Tengah," tegas Muhammad Reza Prabowo sebelum secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pemutakhiran Data Dukung Revitalisasi SMK Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.

(Rzn/Foto: Media Disdik)