‎PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, memastikan pelaksanaan Penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan dengan baik. Meski demikian, Dinas Pendidikan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.

‎Reza Prabowo menjelaskan, semula kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/7/2026). Namun, jadwal dimajukan menjadi Kamis (16/7/2026) karena menyesuaikan agenda Gubernur Kalimantan Tengah yang akan menghadiri peringatan Hari Jadi Kota Palangka Raya sekaligus melakukan kunjungan kerja ke luar daerah pada Jumat.

‎"Kegiatan ini sebenarnya sedianya dilaksanakan besok. Namun karena besok ada Hari Jadi Kota Palangka Raya dan setelah itu Bapak Gubernur ada agenda ke luar daerah, maka kita percepat hari ini," ujar Reza Prabowo saat ditemui awak media usai kegiatan MPLS di halaman kantor Gubernur, Kamis (16/7/2026).

‎Menurutnya, meskipun waktu persiapan relatif singkat, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana berkat kerja sama seluruh panitia dan berbagai pihak yang terlibat.

‎"Alhamdulillah kegiatan bisa terlaksana dengan baik. Walaupun memang kami menemukan masih ada beberapa kekurangan. Kekurangan-kekurangan tersebut akan kami jadikan bahan evaluasi sehingga ke depan tidak terulang lagi," katanya.

‎Reza mengungkapkan tingginya antusiasme peserta didik menjadi salah satu catatan positif dalam pelaksanaan Penguatan MPLS tahun ini. Bahkan, banyak sekolah yang mengajukan permohonan untuk mengikuti kegiatan secara langsung di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

‎Namun demikian, keterbatasan kapasitas lokasi membuat panitia harus membatasi jumlah peserta yang hadir secara luring. Sebanyak 4.332 peserta didik dari 18 SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di Kota Palangka Raya akhirnya ditetapkan mengikuti kegiatan secara langsung, sementara sekolah lainnya mengikuti secara virtual.

‎"Sebenarnya yang ingin ikut jauh lebih banyak. Bahkan ada sekolah dari Katingan dan Pulang Pisau yang ingin hadir. Namun karena keterbatasan waktu dan kapasitas tempat, akhirnya kita batasi. Alhamdulillah, yang hadir saja sudah sangat ramai," ungkapnya.

‎Ia menilai pelaksanaan secara hybrid menjadi solusi agar seluruh peserta didik baru di Kalimantan Tengah tetap memperoleh kesempatan mengikuti arahan Gubernur, Kapolda, Pangdam, serta unsur Forkopimda lainnya secara bersamaan.

‎Menurut Reza, kedisiplinan peserta juga patut diapresiasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dimulai dengan latihan baris-berbaris, gladi, hingga pelaksanaan apel Penguatan MPLS.

‎"Kita dari awal on time. Anak-anak sudah kita kumpulkan pukul 14.00 untuk latihan baris-berbaris dan yel-yel. Setelah itu gladi, kemudian pukul 15.30 kegiatan dimulai sesuai undangan yang sudah kami sampaikan kepada Forkopimda," jelasnya.

‎Saat disinggung mengenai sejumlah peserta yang sempat mengalami kelelahan saat kegiatan berlangsung, Reza mengaku masih menunggu laporan resmi dari panitia kesehatan. Meski demikian, ia memastikan seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan langsung mendapatkan penanganan.

‎"Saya sudah melakukan video call dengan adik-adik yang sempat pingsan. Insyaallah setelah kegiatan selesai juga akan kita kunjungi untuk memastikan kondisi mereka," tuturnya.

‎Reza berharap berbagai evaluasi yang diperoleh dari pelaksanaan Penguatan MPLS tahun ini dapat menjadi dasar penyempurnaan program pada masa mendatang Ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, kegiatan tersebut akan semakin baik dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta didik baru di seluruh Kalimantan Tengah.

‎"Semua catatan hari ini akan menjadi evaluasi bagi kami. Insyaallah ke depan pelaksanaannya akan semakin baik sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh peserta didik," pungkasnya.

(Rzn/Foto: Media Disdik)