KATINGAN – Perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pemerataan pendidikan mulai dirasakan hingga ke sekolah swasta. Salah satunya SMA Garing Tarantang, yang mengaku merasakan perubahan signifikan dalam memperoleh fasilitas maupun dukungan pemerintah di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo.
Kepala SMA Garing Tarantang, Oco Dalin Sari, mengatakan sekolah swasta selama ini kerap merasa berada di luar prioritas berbagai kebijakan dan program pemerintah. Bahkan, kondisi tersebut sering menjadi bahan candaan di lingkungan sekolah dengan menyebut sekolah swasta sebagai sekolah luar negeri karena merasa berada di luar perhatian pemerintah.

Namun, menurut Oco, kondisi tersebut perlahan berubah. SMA Garing Tarantang justru mendapatkan berbagai dukungan yang sebelumnya berada di luar ekspektasi mereka, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana hingga perhatian terhadap tenaga pendidik dan kependidikan.
“Selama ini kami, sekolah swasta, sudah terbiasa merasa seperti ‘anak tiri’ dalam berbagai kebijakan dan program pemerintah. Bahkan kami sering bercanda menyebut diri sebagai ‘sekolah luar negeri’ karena merasa berada di luar prioritas,” ungkap Oco, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, SMA Garing Tarantang mendapatkan bantuan rehabilitasi empat unit bangunan, yakni kantor, ruang Tata Usaha, ruang guru, dan ruang kelas. Selain itu, sekolah juga memperoleh bantuan pembangunan Gedung Laboratorium Fisika dan Perpustakaan.
Tak hanya sarana dan prasarana, perhatian pemerintah juga dirasakan dalam aspek kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan. Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) mendapatkan dukungan melalui pemberian insentif yang kemudian dilanjutkan dengan skema outsourcing.
“Yang paling kami rasakan adalah adanya perlakuan dan kesempatan yang semakin setara antara sekolah swasta dan sekolah negeri dalam memperoleh fasilitas dan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Bagi Oco, berbagai dukungan tersebut tidak sekadar berbentuk bangunan, fasilitas, maupun bantuan kesejahteraan. Lebih dari itu, kebijakan tersebut menjadi pesan penting bahwa sekolah swasta memiliki tempat, peran, dan masa depan dalam memajukan pendidikan Kalimantan Tengah.
“Bagi kami, ini bukan sekadar bantuan berupa bangunan dan fasilitas, tetapi sebuah pesan bahwa sekolah swasta juga memiliki tempat, peran, dan masa depan dalam memajukan pendidikan Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Oco pun menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dan Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo atas perhatian yang diberikan kepada sekolah swasta. Ia berharap semangat pemerataan tersebut terus dilanjutkan sehingga semakin banyak sekolah swasta dapat berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
“Terima kasih, Bapak, telah menghadirkan harapan baru bagi kami. Tetap semangat dalam memberikan inspirasi dan membuka ruang yang lebih luas bagi sekolah-sekolah swasta untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi pendidikan di Kalimantan Tengah,” pungkas Oco.
Sementara itu, pihak yayasan (YPDSM) pengelola SMA Garing Tarantang turut berterima kasih sebagai pengelola sangat terbantukan dengan berbagai dukungan dn fasiltas yg diberikan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
(Rzn/Foto: Media Disdik)