KUALA KAPUAS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Nanda Widya Putri, siswi kelas XII-E SMAN 2 Kuala Kapuas, berhasil meraih Juara 3 Cabang Lomba Jurnalistik Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026, yang di selenggarakan pada 5-10 Oktober 2026 secara daring.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelajar daerah memiliki potensi besar untuk bersaing, berkarya, dan mengharumkan nama sekolah serta Provinsi Kalimantan Tengah di kancah nasional.


Keberhasilan Nanda tidak diraih secara instan. Perjalanan menuju prestasi tersebut dilalui melalui proses seleksi dan persiapan yang membutuhkan ketekunan, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar. Dengan pendampingan guru pembimbing, Edelweis Gardena EN, Nanda mampu mengembangkan kemampuan jurnalistiknya hingga berhasil meraih posisi ketiga pada kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menariknya, prestasi tersebut diraih melalui karya jurnalistik yang mengangkat kekayaan budaya lokal Kalimantan Tengah. Dalam karya berjudul Ketika Nada Menyatukan Warisan dalam Langkah Seribu Pelajar, Nanda mengisahkan upaya pelestarian budaya Dayak melalui permainan kecapi dan lantunan Karungut oleh 1.000 pelajar dari 17 kecamatan di Kabupaten Kapuas pada 8 Desember 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), sekaligus menggambarkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.


Melalui karya tersebut, Nanda tidak sekadar menyajikan peristiwa, tetapi juga menggali makna di balik pelestarian Karungut sebagai sastra lisan Dayak Ngaju. Dengan melakukan wawancara terhadap sejumlah narasumber, mulai dari unsur pemerintah, tokoh budaya, guru, hingga pelajar, ia menghadirkan sudut pandang yang memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan dukungan pendidikan, pendampingan guru, dan keterlibatan aktif generasi muda.

Mengungkapkan rasa syukurnya, Nanda menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari dukungan banyak pihak, terutama kedua orang tua, keluarga, guru pembimbing, serta teman-teman yang senantiasa memberikan doa dan semangat. Baginya, prestasi ini bukan sekadar tentang gelar juara, melainkan juga menjadi pengalaman berharga dalam proses belajar dan mengembangkan keberanian untuk berkarya.

“Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar tentang sebuah gelar juara, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian untuk terus berkarya, dan kesempatan untuk membawa nama sekolah serta Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” ungkap Nanda, Rabu (14/10/2026).


Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan tidak ragu mencoba hal-hal baru. Menurutnya, setiap langkah kecil yang dimulai dengan kesungguhan dapat memberikan arti besar di kemudian hari. Nanda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga mampu mencapai prestasi tersebut.

Sementara itu, guru pembimbing Edelweis Gardena EN mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai keberhasilan Nanda menunjukkan bahwa semangat belajar dan berprestasi harus terus dijaga, bahkan ketika pelajar menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan kabut asap, semangat untuk belajar, berkarya, dan berprestasi tidak boleh ikut meredup. Prestasi Nanda membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk bersinar di tingkat nasional,” tutur Edelweis.


Kebanggaan yang sama disampaikan Kepala SMAN 2 Kuala Kapuas, Setia Rini. Ia mengapresiasi perjuangan Nanda yang telah melalui tahapan seleksi dari tingkat kabupaten hingga nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari ketekunan, kreativitas, kerja keras, serta kesungguhan Nanda dalam menguasai teknik penulisan dan peliputan jurnalistik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah mendampingi Nanda dengan penuh kesabaran dan dedikasi.

“Kami sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Nanda Widya Putri. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswi dari daerah mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional,” ujar Setia Rini.

Prestasi Nanda Widya Putri diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya di Kalimantan Tengah untuk terus mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk mengembangkan bakat dan minat. Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya dukungan sekolah, guru, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan berdaya saing.
(Rzn/Foto: Ist)