‎PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan sejumlah penjelasan strategis saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kalteng di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kalteng, Senin (2/3/2026).

‎Dalam paparannya, Reza menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan tahun anggaran 2025 yang belum terselesaikan bukan karena kelalaian perencanaan. Justru, dokumen dan perencanaan telah disiapkan sejak awal, namun kemampuan keuangan daerah pada pertengahan tahun 2025 tidak mencukupi sehingga beberapa kegiatan harus ditunda.

‎Kegiatan yang tertunda tersebut di antaranya adalah rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah. Program tersebut kini kembali diusulkan dalam tahun anggaran 2026 agar tetap dapat direalisasikan sesuai kebutuhan sekolah di berbagai daerah.


‎Selain itu, Reza juga menyoroti implementasi program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang merupakan gagasan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran. Ia menegaskan pentingnya mitigasi agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam penerjemahan program di lapangan.

‎“Jangan sampai program mulia ini salah ditafsirkan sehingga menimbulkan persoalan di kemudian hari. Harus kita luruskan bersama,” tegasnya.

‎Dari delapan poin dalam KHBS, terdapat tiga hingga empat poin yang berkaitan erat dengan Dinas Pendidikan, yakni Sekolah Gratis, Kuliah Gratis, program 1.000 Rumah Guru, serta akses lapangan pekerjaan.

‎Terkait program Sekolah Gratis, Reza menyampaikan bahwa pada 5 Maret mendatang pihaknya akan meluncurkan program strategis pendidikan, termasuk seragam gratis sebagai bagian dari Sekolah Gratis. Selain itu, juga akan diluncurkan program vokasi dan kuliah gratis.

‎Program Sekolah Gratis sendiri dialokasikan anggaran sebesar Rp58 miliar yang dibagi ke dalam dua rekening, yakni melalui BOSDA dan bantuan belajar. Kuota penerima ditetapkan sebanyak 35 ribu siswa yang dipadankan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

‎Dari 35 ribu pengusul, sebanyak 31.565 siswa telah padan data. Rinciannya, desil 1 sebanyak 1.878 siswa, desil 2 sebanyak 3.395 siswa, desil 3 sebanyak 3.918 siswa, desil 4 sebanyak 3.948 siswa, desil 5 sebanyak 3.803 siswa, desil 6–10 sebanyak 12.305 siswa, dan desil tidak terdaftar sebanyak 2.318 siswa.


‎Untuk tahap pertama, bantuan akan diberikan kepada siswa yang masuk desil 1 sampai 5 serta yang tidak terdaftar, sementara desil 6–10 akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk proses pemutakhiran data agar tepat sasaran.

‎Setiap siswa penerima akan memperoleh Rp1,5 juta per tahun, terdiri dari Rp1 juta untuk perlengkapan sekolah melalui BOSDA dan Rp500 ribu yang disalurkan langsung ke rekening siswa dalam dua tahap.

(Rzn/Foto: Media Disdik).