PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepimpinan Gubernur Agustiar Sabran melalui Dinas Pendidikan terus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis digital melalui kelas virtual yang dapat dipantau secara terintegrasi.

Berdasarkan dashboard pemantauan Kelas Digital Huma Betang pada Selasa (15/9/2026), tercatat 152 kelas virtual sinkronus yang menggunakan platform seperti Zoom dan Google Meet. Sistem tersebut menampilkan aktivitas pembelajaran secara lebih terukur, mulai dari nama satuan pendidikan, mata pelajaran, guru pengampu, jadwal pembelajaran hingga platform yang digunakan.


Sejumlah kelas bahkan tercatat sedang berlangsung secara langsung (live). Di antaranya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 4 Tanah Siang, PPKn di SMAS NU Palangka Raya, serta berbagai mata pelajaran di SMKS YPSEI Palangka Raya dan SMKN 3 Palangka Raya. Kondisi ini menunjukkan bahwa PJJ tidak hanya berupa pemberian tugas, tetapi tetap menghadirkan interaksi langsung antara guru dan murid.

Melalui sistem tersebut, guru juga dapat mengatur pembelajaran berdasarkan mata pelajaran dan jadwal yang telah ditentukan. Murid tetap memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran secara sinkronus, meskipun untuk sementara tidak berada di ruang kelas akibat kondisi kualitas udara yang kurang aman.


Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengatakan, penerapan PJJ merupakan bagian dari upaya memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan mereka. “Pembelajaran harus tetap berjalan, tetapi keselamatan dan kesehatan anak-anak kita adalah yang utama. Karena itu, proses pembelajaran kita sesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.”

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi semakin penting ketika kondisi tertentu membuat pembelajaran tatap muka harus dibatasi. Dengan kelas virtual, guru tetap dapat berinteraksi dengan murid sekaligus menjaga keberlangsungan materi pembelajaran.

(Rzn/Foto: Media Disdik)