PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap tidak membuat aktivitas guru di
Kalimantan Tengah berhenti. Melalui Kelas Digital Huma Betang, para guru
terus menyiapkan dan membagikan materi pembelajaran secara digital agar murid
tetap mendapatkan bahan belajar dari rumah.
Berdasarkan data pada dashboard pemantauan Kelas Digital Huma Betang Selasa (15/9/2026), tercatat 100 modul ajar digital dan BDR guru telah tersedia dalam sistem. Materi tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan dan mencakup beragam mata pelajaran.

Modul pembelajaran tersedia dalam berbagai bentuk,
di antaranya dokumen PDF, Google Drive hingga Google Docs. Kehadiran
bahan ajar digital ini memberikan alternatif bagi murdi untuk mengakses materi
pembelajaran tanpa harus datang ke sekolah.
Materi yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari
Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, Fisika, PPKn, Pendidikan Agama, Seni
Budaya hingga Coding. Hal ini menunjukkan bahwa guru tetap berupaya menjaga
keberlangsungan pembelajaran sesuai mata pelajaran masing-masing.
Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengatakan, kondisi karhutla tidak boleh membuat proses pendidikan terhenti. Digitalisasi menjadi salah satu solusi agar guru tetap dapat memberikan pembelajaran kepada murid dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kita ingin memastikan anak-anak tetap belajar.
Ketika kondisi belum memungkinkan untuk tatap muka, guru harus tetap hadir
melalui pembelajaran digital dan materi yang bisa diakses siswa dari rumah.”
Menurutnya, pemanfaatan teknologi juga mendorong guru untuk semakin kreatif dalam menyiapkan pembelajaran. Kelas Digital Huma Betang tidak hanya menjadi ruang pertemuan virtual, tetapi juga menjadi wadah penyimpanan dan berbagi bahan ajar sehingga proses belajar dapat terus berlangsung meskipun murid berada di rumah.
(Rzn/Foto: Media Disdik)