PALANGKA RAYA – Kondisi kualitas udara menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepimpinan Gubernur Agustiar Sabran dalam memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui Kelas Digital Huma Betang, Dinas Pendidikan Kalteng melakukan pemantauan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan dan keselamatan murid.

Data pada dashboard pemantauan Kelas Digital Huma Betang Selasa (15/9/2026) menunjukkan kondisi kualitas udara berbeda-beda di sejumlah sekolah. Beberapa satuan pendidikan tercatat berada pada wilayah dengan ISPU yang masih relatif rendah dan berstatus “Tatap Muka Normal (Zona Aman)”, sementara sekolah lain berada dalam kondisi udara yang jauh lebih buruk dan menerapkan BDR Daring (Asap).
Dalam dashboard tersebut, misalnya, SMAN 1 Jelai tercatat memiliki nilai ISPU 48, SMAN 1 Sematu Jaya 51, sementara beberapa sekolah lainnya berada pada angka 57 hingga 75 dan tetap masuk kategori zona aman. Di sisi lain, terdapat satuan pendidikan yang tercatat memiliki nilai ISPU lebih tinggi sehingga pembelajaran disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Pemantauan tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan pembelajaran tidak diterapkan secara sama rata untuk seluruh sekolah. Kondisi udara di masing-masing wilayah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan apakah sekolah melaksanakan tatap muka atau pembelajaran dari rumah. Dengan pendekatan tersebut, sekolah di zona aman dapat tetap beraktivitas secara normal, sedangkan sekolah yang menghadapi kondisi udara tidak aman dapat mengutamakan pembelajaran daring.

Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa keselamatan murid menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembelajaran selama kondisi karhutla. “Kita tidak ingin anak-anak kehilangan hak belajarnya, tetapi kesehatan dan keselamatan mereka tetap menjadi prioritas. Karena itu, pembelajaran harus menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah.”
Menurutnya, teknologi memberikan dukungan penting dalam proses pengambilan keputusan. Data yang ditampilkan secara digital membantu sekolah dan pemerintah mendapatkan gambaran kondisi secara lebih cepat, sehingga langkah pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi yang berkembang.
(Rzn/Foto: Media Disdik)