Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran membuka peluang pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kualitas udara di masing-masing wilayah. Hal itu disampaikan Gubernur saat  menyapa murid melalui Kelas Digital Huma Betang menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) dari Media Center Posko Karhutla yang berada di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Istana Isen Mulang, Rabu (9/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menanyakan kepada murid mengenai pilihan mereka antara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka. Mayoritas murid menyatakan lebih memilih belajar secara langsung di sekolah. “Coba yang tatap muka angkat tangan,” ujar Gubernur saat berinteraksi dengan para murid. Semua murid mengangkat tangan.

Menurut Agustiar, keputusan mengenai pembelajaran tatap muka tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah perlu melihat kondisi masing-masing sekolah dan wilayah secara objektif.

Ia bahkan meminta agar dilakukan pemetaan kondisi sekolah berdasarkan indikator kesehatan, termasuk tingkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sehingga keputusan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

“Kalau ada ISPU-nya tinggi, ya kita enggak usah sekolah,” tegasnya. Sebaliknya, apabila kondisi udara dan kesehatan berada dalam keadaan normal, pembelajaran tatap muka dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Gubernur menegaskan, pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, kebijakan pembelajaran harus mampu menjaga keberlangsungan proses belajar sekaligus memastikan keselamatan dan kesehatan murid serta tenaga pendidik.

(Rzn/Foto: Media Disdik).