PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya kendala jaringan internet yang berdampak pada kehadiran murid dalam kelas virtual.

Hal tersebut ditemukan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo saat melakukan pemantauan PJJ melalui Kelas Digital Huma Betang dari Media Center Posko Karhutla yang berada di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Istana Isen Mulang, Selasa (8/9/2026).

 

Dalam pemantauan tersebut, Reza berdialog dengan guru Matematika yang sedang mengajar murid kelas 10. Dari sekitar 36 siswa, saat pemantauan berlangsung baru enam murid yang hadir dalam kelas virtual.

Guru menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berupaya menghubungi murid dan memberikan motivasi melalui grup, namun kondisi jaringan di wilayah tersebut juga mengalami gangguan.

Reza kemudian meminta guru dan pihak sekolah untuk terus melakukan koordinasi serta memastikan murid yang belum hadir dapat segera dihubungi.“Jangan sampai lost learning,” tegas Reza.

 

Menurutnya, ketidakhadiran murid dalam satu pembelajaran dapat membuat mereka kehilangan materi dan kesulitan mengikuti pembelajaran berikutnya. Karena itu, guru, wali kelas, dan kepala sekolah harus memastikan setiap murid tetap terpantau.

Reza juga meminta sekolah memanfaatkan Kelas Digital Huma Betang sebagai sarana pembelajaran dan memastikan murid dapat mengakses materi yang telah disiapkan.

“Tolong dipastikan ya, Bu,” ujar Reza kepada guru yang mengajar.


Pemantauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa meskipun PJJ dilaksanakan dalam kondisi darurat, disiplin pembelajaran tetap harus dijaga. Kendala sinyal perlu segera dikoordinasikan, sementara murid yang belum hadir harus terus dipantau agar tidak tertinggal pembelajaran.

Dengan berbagai terobosan dan inovasi digital, Disdik Kalteng berupaya memastikan PJJ tetap berjalan, sekaligus menjaga agar tidak ada murid yang kehilangan haknya untuk memperoleh pembelajaran.

(Rzn/Foto: Media Disdik)