PALANGKA RAYA – Di tengah kondisi kabut asap yang semakin tebal menyelimuti Kota Palangka Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menghadirkan langkah cepat untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan. Empat bus milik Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dialihfungsikan menjadi bus keliling yang menyediakan layanan oksigen gratis bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak kabut asap. 

Langkah ini menjadi bentuk respons terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap. Kendaraan yang sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan di sektor pendidikan tersebut kini dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses oksigen secara gratis, terutama ketika paparan asap mulai mengganggu kenyamanan dan kesehatan pernapasan.


Pada Jumat (23/10/2026), Menteri Kesehatan Republik Indonesia meninjau langsung bus keliling oksigen gratis tersebut. Kunjungan ini menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak kabut asap, yang tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Pengalihfungsian bus Dinas Pendidikan ini memperlihatkan bahwa fasilitas pemerintah dapat dimanfaatkan secara fleksibel sesuai kebutuhan mendesak di lapangan. Di tengah situasi darurat kabut asap, keberadaan layanan keliling diharapkan dapat mendekatkan bantuan kepada masyarakat tanpa harus selalu bergantung pada layanan kesehatan di satu lokasi.


Bagi masyarakat Palangka Raya, kehadiran bus ini diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam menghadapi kondisi udara yang tidak sehat. Terlebih, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kabut asap semakin pekat.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap menebal, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya. Layanan oksigen gratis menjadi bentuk bantuan tambahan dan bukan pengganti pemeriksaan maupun penanganan medis apabila diperlukan.

Pemanfaatan bus Dinas Pendidikan menjadi bus keliling oksigen gratis ini diharapkan dapat membantu meringankan dampak kabut asap sekaligus memperkuat kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi yang menantang, kolaborasi dan pemanfaatan fasilitas yang tersedia menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.

(Rzn/Foto: Media Disdik)