PALANGKA RAYA – Kondisi kualitas udara di Kalimantan Tengah kembali menunjukkan situasi yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan pemantauan Kelas Digital Huma Betang (https://kelashumabetang.id/posko-karhutla) pada Senin, 28 September 2026 pukul 08.28 WIB, rata-rata Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kalteng mencapai 304 atau masuk kategori Berbahaya. Kondisi tersebut berdampak pada pelaksanaan pembelajaran di sejumlah satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SKH di tengah situasi kabut asap akibat karhutla.

Data pemantauan yang ditampilkan melalui Kelas Digital Huma Betang mencatat terdapat 424 satuan pendidikan yang masuk dalam pemantauan. Dari jumlah tersebut, 67 satuan pendidikan atau sekitar 16 persen telah dialihkan ke Belajar dari Rumah (BDR) daring penuh akibat kondisi kabut asap yang tebal. Sementara itu, 7 satuan pendidikan masih melaksanakan pembelajaran normal dan sebanyak 350 satuan pendidikan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan penggunaan masker.

Kondisi kualitas udara terburuk berdasarkan data 14 stasiun pemantauan tercatat di Kota Palangka Raya, dengan angka ISPU 1.086 untuk parameter PM2.5. Selanjutnya, Kabupaten Gunung Mas mencatat ISPU 522 PM10, Kabupaten Barito Selatan 497 PM2.5, dan Kabupaten Katingan 466 PM2.5. Keempat wilayah tersebut masuk dalam kategori yang memerlukan penanganan pembelajaran secara lebih ketat, dengan rekomendasi PJJ daring dan evakuasi.


Sementara itu, beberapa daerah lainnya juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Kabupaten Barito Timur berada pada angka 291 PM2.5, disusul Kabupaten Kotawaringin Timur 281 PM2.5, Kabupaten Murung Raya 195 PM2.5, Kabupaten Barito Utara 161 PM2.5, Kabupaten Kapuas 144 PM2.5, Kabupaten Lamandau 138 PM2.5, Kabupaten Sukamara 138 PM2.5, Kabupaten Kotawaringin Barat 136 PM2.5, dan Kabupaten Pulang Pisau 122 PM2.5. Adapun Kabupaten Seruyan mencatat angka terendah dalam pemantauan tersebut, yakni 74 PM2.5, yang berada pada kategori sedang.


Dalam dashboard pemantauan juga tercatat aktivitas pembelajaran virtual tetap berjalan untuk memastikan proses pendidikan tidak terhenti selama kondisi udara memburuk. Hingga pembaruan sekitar pukul 08.28 WIB, terdapat 60 kelas virtual live yang terpantau aktif, dengan dukungan 100 modul digital guru serta pemanfaatan Zoom dan Meet sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.

Dampak terhadap kesehatan murid juga menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut. Dashboard mencatat 124 murid terdampak ISPA atau mengalami gejala gangguan pernapasan yang terpantau melalui UKS/fasilitas kesehatan sekolah. Pada saat yang sama, belum terdapat guru yang tercatat terdampak dalam data pemantauan tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan moda pembelajaran sesuai tingkat kualitas udara di masing-masing wilayah.

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan kondisi pembelajaran melalui Posko Darurat Karhutla. Data ISPU diperbarui berdasarkan pemantauan stasiun ISPUNet KLH/BPLH dan menjadi salah satu dasar dalam menentukan rekomendasi pembelajaran. Langkah tersebut dilakukan agar keselamatan dan kesehatan murid serta tenaga pendidik tetap menjadi perhatian utama, sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung melalui skema yang menyesuaikan kondisi di setiap wilayah.

(Rzn/Foto: Media Disdik)