PALANGKA
RAYA – Pelaksanaan
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi pembelajaran selama kondisi kabut
asap di Kalimantan Tengah. Hal tersebut karena karakteristik pembelajaran
SMK memiliki porsi praktik yang lebih besar dibandingkan teori, sehingga
membutuhkan strategi khusus agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Hal
tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Rapat Monitoring dan
Evaluasi PJJ melalui Zoom Meeting, Senin (7/9/2026). Dalam rapat tersebut,
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah meminta perwakilan daerah
memberikan gambaran konkret mengenai pelaksanaan PJJ di masing-masing jenjang
pendidikan.
Kadisdik
Kalteng Muhammad Reza Prabowo
melalui Sekretaris Dinas, Safrudin, secara khusus menyoroti
tantangan SMK yang memiliki komposisi pembelajaran sekitar 30 persen
teori dan 70 persen praktik.
“Bagaimana SMK menyiasati PJJ, mengingat porsi SMK adalah 30 persen teori dan 70 persen praktik?” demikian pertanyaan yang disampaikan dalam evaluasi tersebut.

Kondisi
ini membuat sekolah perlu menyiapkan strategi pembelajaran yang menyesuaikan
karakteristik kompetensi keahlian masing-masing. Pembelajaran tidak cukup
hanya mengandalkan pertemuan daring, terutama untuk materi yang membutuhkan
pengalaman praktik secara langsung.
Dalam
rapat juga ditegaskan bahwa sekolah harus tetap mengupayakan pembelajaran
meskipun menghadapi keterbatasan jaringan internet, perangkat, listrik maupun
kondisi geografis.
Bagi wilayah dengan akses internet yang terbatas, sekolah dapat mengombinasikan metode pembelajaran menggunakan grup komunikasi digital maupun modul bahan ajar cetak yang dapat dipelajari peserta didik secara mandiri.

Evaluasi
tersebut juga menjadi ruang bagi Dinas Pendidikan untuk memperoleh gambaran
langsung mengenai kondisi pembelajaran di lapangan, termasuk bagaimana
sekolah menghadapi tuntutan pembelajaran praktik selama situasi darurat kabut
asap.
Safrudin
menegaskan, kondisi PJJ tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan
aktivitas pendidikan. Sekolah tetap diminta menjaga disiplin, memastikan
program pembelajaran berjalan dan menjamin hak peserta didik memperoleh
pendidikan berkualitas.
“PJJ
adalah bentuk langkah adaptif agar proses belajar mengajar tetap berlangsung
tanpa mengabaikan faktor keselamatan,” tegasnya.
Melalui evaluasi secara berkala, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong agar setiap satuan pendidikan mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi wilayah sekaligus tetap menjaga mutu pendidikan.
(Rzn/Foto: Media Disdik)