PALANGKA RAYA – Penyerahan Surat Keputusan (SK) ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menjadi babak baru bagi guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Pasak Talawang, Rayu Guru Bahasa Inggris, dalam melanjutkan pengabdiannya di dunia pendidikan. SK tersebut diterima pada Selasa (20/10/2026) dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, dan penyerahan SK juga berlangsung di salah satu sekolah di kabupaten lainnya sebagai bagian dari proses administrasi kepegawaian di lingkungan Disdik Kalteng.

Bagi Rayu, penerimaan SK ini bukan sekadar memperoleh dokumen kepegawaian, melainkan buah dari perjalanan panjang yang diwarnai kesabaran, perjuangan, pengabdian, dan doa. Momentum tersebut menghadirkan kebahagiaan sekaligus tanggung jawab baru untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi murid dan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang masih menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

“Menjadi penerima SK PPPK Paruh Waktu adalah sebuah kebahagiaan sekaligus amanah yang besar. Mungkin ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi menjadi langkah baru untuk terus mengabdi, bekerja dengan sepenuh hati, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Rayu, Kamis (22/10/2026).

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah atas kesempatan serta kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, dan dedikasi. Perpanjangan perjanjian kerja ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas diri serta memberikan pelayanan pendidikan sesuai tugas dan kemampuan yang dimiliki.

“SK ini bukan sekadar tanda pengakuan, melainkan pengingat bahwa pengabdian harus terus dilanjutkan,” tuturnya.

Di balik momentum tersebut, SMAN 1 Pasak Talawang masih menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan tenaga pendidik. Kepala SMAN 1 Pasak Talawang, Agustien M.W.P., menjelaskan bahwa letak geografis sekolah di kawasan pedalaman menjadi salah satu kendala utama dalam menarik tenaga pengajar. Jarak dari pusat perkotaan dan keterbatasan mobilitas membuat pemenuhan kebutuhan guru belum berjalan optimal, sehingga berdampak pada beban mengajar di sekolah.

Saat ini, SMAN 1 Pasak Talawang masih membutuhkan tujuh guru untuk mengisi kekosongan mata pelajaran. Pihak sekolah berharap para sarjana pendidikan maupun masyarakat yang memiliki semangat pengabdian dapat mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Upaya ini dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal dan murid di wilayah pedalaman memperoleh kesempatan pendidikan yang berkualitas.

Agustien menegaskan bahwa anak-anak di pedalaman Pasak Talawang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan bimbingan dari tenaga pendidik yang kompeten. Karena itu, pemenuhan kebutuhan guru memerlukan kepedulian serta kolaborasi berbagai pihak agar tantangan geografis tidak menjadi penghalang bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

(Rzn/Foto: Media Disdik)