Bartim – SMAN 1 Paku bergerak cepat menindaklanjuti Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terkait antisipasi dampak kabut asap terhadap kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Berbagai langkah mitigasi dilakukan guna melindungi kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.

‎Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembagian masker secara gratis kepada seluruh guru dan karyawan. Selain itu, sekolah juga mengimbau seluruh murid untuk selalu mengenakan masker saat berada di lingkungan sekolah maupun selama perjalanan menuju sekolah, sesuai arahan Disdik Kalteng.

‎Tidak hanya itu, kegiatan pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik di luar ruangan, seperti praktik olahraga, untuk sementara dialihkan menjadi pembelajaran teori di dalam kelas. Penyesuaian jam masuk maupun durasi pembelajaran juga akan dilakukan apabila kondisi kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada kategori tidak sehat.

‎"Kami di SMAN 1 Paku merespons cepat Surat Edaran Disdik Kalteng terkait kabut asap ini. Berbagai langkah antisipasi mulai dari imbauan penggunaan masker hingga pengurangan aktivitas luar ruangan kami terapkan demi melindungi seluruh warga sekolah," ujar Kepala SMAN 1 Paku, Wayan Sila Putra, Kamis (30/7/2026).

‎Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan warga sekolah menjadi prioritas utama. Meski demikian, proses pembelajaran tetap berlangsung dengan penyesuaian yang diperlukan agar hak murid memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi.

‎Melalui langkah proaktif tersebut, SMAN 1 Paku menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap dunia pendidikan, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara aman, sehat, dan efektif.