PALANGKA RAYA – Tingginya antusiasme peserta didik mengikuti kegiatan Penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi salah satu catatan positif bagi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Bahkan, banyak sekolah yang ingin mengikuti kegiatan secara langsung di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, namun harus dibatasi karena kapasitas lokasi yang terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan minat sekolah untuk mengikuti kegiatan secara tatap muka jauh melebihi kapasitas yang tersedia. Karena itu, panitia menetapkan hanya 18 SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di Kota Palangka Raya yang hadir langsung, sementara sekolah lainnya mengikuti secara virtual.
"Sebenarnya bisa lebih banyak lagi dari ini. Adik-adik pengin sekali ikut, cuma kita batasi sekolahnya. Jadi hanya sekolah-sekolah tertentu yang kita tentukan sehingga tidak semua sekolah bisa hadir di sini," ujar Reza Prabowo kepada awak media usai kegiatan.

Ia menjelaskan, sebanyak 4.332 peserta didik hadir secara langsung bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dan jajaran Forkopimda. Sementara puluhan ribu peserta didik lainnya mengikuti kegiatan melalui Zoom dari sekolah masing-masing di seluruh Kalimantan Tengah.
Menurut Reza, pembatasan peserta dilakukan semata-mata karena keterbatasan area pelaksanaan. Bahkan beberapa sekolah dari luar Kota Palangka Raya menyampaikan keinginan untuk ikut hadir secara langsung.
"Bahkan dari Katingan, dari Pulang Pisau juga ada yang mau ikut, tetapi kita batasi karena waktu terbatas dan halamannya juga tidak terlalu luas," ungkapnya.

Meskipun demikian, ia menilai konsep hybrid yang diterapkan tetap mampu menjangkau seluruh peserta didik baru.
Dengan dukungan teknologi, para siswa tetap dapat mengikuti arahan Gubernur, Kapolda Kalimantan Tengah, Pangdam XXII/Tambun Bungai, dan unsur Forkopimda lainnya secara bersamaan.
Reza mengaku bangga melihat semangat para peserta didik yang datang sejak siang hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Sebelum acara dimulai, seluruh peserta mengikuti latihan baris-berbaris, gladi, hingga latihan yel-yel sebagai bagian dari persiapan.
"Anak-anak kita kumpulkan sejak pukul 14.00. Mereka latihan baris-berbaris, latihan yel-yel, kemudian gladi. Semangat mereka luar biasa," katanya.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa pelaksanaan kegiatan mengalami keterlambatan. Menurutnya, seluruh agenda berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
"Kita bukan molor. Dari awal semuanya on time. Jam dua latihan, kemudian gladi, dan pukul 15.30 kegiatan dimulai sesuai undangan yang sudah kami sampaikan kepada Forkopimda," jelas Reza.

Menurutnya, disiplin yang ditunjukkan peserta didik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menjadi gambaran positif bahwa generasi muda Kalimantan Tengah memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan berkembang.
Ia berharap antusiasme tersebut terus dipertahankan selama menjalani pendidikan di sekolah masing-masing. Semangat belajar, disiplin, dan rasa ingin tahu yang tinggi diyakini menjadi modal penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Kalimantan Tengah.
"Antusiasme anak-anak luar biasa. Ini menjadi semangat bagi kami di Dinas Pendidikan untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi peserta didik di seluruh Kalimantan Tengah," pungkas Reza Prabowo.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Penguatan MPLS Bakal Jadi Agenda Tahunan, Reza Prabowo: Gubernur Ingin Menyapa Langsung Peserta Didik Baru
Baca juga : Reza Prabowo Evaluasi Penguatan MPLS Kalteng, Antusiasme Peserta Tinggi Jadi Modal Penyempurnaan Program
Baca juga : Reza Prabowo: Kalteng Future Leader Segera Dibuka, Mahasiswa hingga Lulusan Bisa Mendaftar