‎PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Menurutnya, keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara orang tua dan satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam Zoom Sosialisasi Responden Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK Tahun 2026, Rabu (22/7/2026). 

‎Dalam arahannya, Reza mengingatkan para orang tua agar tidak menormalisasi perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral maupun integritas. Ia menilai kebiasaan membiarkan anak berbohong, mencontek, atau melakukan pelanggaran dengan alasan "masih mencari jati diri" justru dapat membentuk karakter yang keliru hingga dewasa.

‎"Pembentukan karakter harus dimulai sejak sekarang. Jangan menganggap perilaku yang tidak baik sebagai sesuatu yang biasa. Anak-anak perlu dibimbing dengan kasih sayang agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak, integritas, dan tanggung jawab," ujarnya. 

‎Reza juga mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif berkomunikasi dengan guru apabila menemukan perubahan perilaku pada anak. Sebaliknya, guru juga diharapkan tidak ragu menjalin komunikasi dengan keluarga ketika membutuhkan dukungan dalam membina karakter peserta didik. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan memudahkan sekolah dan orang tua memberikan pendampingan secara tepat.

‎Selain itu, ia mengingatkan peserta didik agar membedakan antara meniru hal-hal positif dan mencontek. Menurutnya, meneladani kedisiplinan, kreativitas, maupun semangat belajar teman merupakan sesuatu yang baik, sedangkan mencontek hanya akan menghambat kemampuan berpikir dan merusak integritas seseorang.

‎"Kalau ingin berhasil, tirulah kebiasaan baik teman-teman kalian. Tetapi jangan pernah membiasakan mencontek, karena itu akan membuat kita malas berpikir dan tidak siap menghadapi tantangan di masa depan," tegas Reza. 

‎Reza turut mengingatkan peserta didik agar mampu mengelola waktu dengan baik di tengah perkembangan teknologi. Ia tidak melarang siswa bermain gim maupun memanfaatkan media digital, namun mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak sampai mengganggu waktu belajar. Menurutnya, sekolah tetap menjadi jalan utama bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas hidup dan meraih masa depan yang lebih baik. 

‎Mengakhiri arahannya, Reza mengajak seluruh orang tua, guru, dan peserta didik untuk bersama-sama membangun budaya pendidikan yang berlandaskan integritas, disiplin, dan kepedulian. Ia meyakini, *kolaborasi yang kuat antara keluarga dan sekolah akan melahirkan generasi Kalimantan Tengah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menjadi pemimpin masa depan* . 

‎(Rzn/Foto: Media Disdik)