MARIKIT – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di era digital terus dilakukan oleh SMAN 1 Marikit. Melalui kegiatan observasi pengelolaan kinerja guru yang berlangsung pada 1–17 April 2026, sekolah tidak hanya melakukan pemantauan terhadap proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memastikan pemanfaatan teknologi digital berjalan optimal untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan observasi yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Marikit, Syahrani, menjadi bagian penting dari implementasi pengelolaan kinerja guru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi pendidik secara berkelanjutan.


Selama observasi berlangsung, kepala sekolah melakukan pemantauan langsung terhadap berbagai aspek pembelajaran, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, keterlibatan murid dalam proses belajar, penggunaan media dan perangkat ajar, hingga pemanfaatan teknologi digital yang telah tersedia di sekolah.

Syahrani menjelaskan bahwa observasi kinerja guru saat ini tidak lagi sekadar menilai kemampuan mengajar di depan kelas, tetapi juga memastikan guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran.

"Observasi ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran. Kami ingin memastikan bahwa guru tidak hanya mengajar dengan baik, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan murid di era digital," ujarnya.


Menurut Syahrani, transformasi pendidikan yang sedang berlangsung di Kalimantan Tengah telah membuka peluang besar bagi sekolah-sekolah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih modern, berkualitas, dan merata hingga ke wilayah pedalaman.

Dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, serta berbagai program transformasi pendidikan yang dijalankan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Muhammad Reza Prabowo, telah menghadirkan berbagai sarana pendukung pembelajaran digital yang kini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru dan murid.

Di SMAN 1 Marikit, transformasi tersebut telah diwujudkan melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di ruang kelas, akses internet berbasis Starlink, serta platform Kelas Digital Huma Betang yang menjadi pusat aktivitas pembelajaran digital.


Melalui platform Kelas Digital Huma Betang, guru dapat mengelola pembelajaran secara lebih terintegrasi, mulai dari absensi murid secara real time, pengunggahan modul ajar, pemberian tugas, pelaksanaan asesmen dan ujian daring, hingga dokumentasi aktivitas pembelajaran dalam satu sistem yang mudah diakses.

Syahrani menegaskan bahwa penggunaan Kelas Digital Huma Betang dan PID menjadi salah satu aspek yang turut diamati selama observasi berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang telah disediakan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

"Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang telah diberikan pemerintah benar-benar berdampak pada pembelajaran. Guru diharapkan tidak hanya memanfaatkan PID sebagai alat presentasi, tetapi juga mengintegrasikannya dengan Kelas Digital Huma Betang sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, terdokumentasi, dan mudah dipantau," jelasnya.


Ia menambahkan bahwa transformasi digital bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi, melainkan perubahan cara berpikir dan cara mengajar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan murid masa kini.

Salah seorang guru yang mengikuti observasi mengaku bahwa pemanfaatan Kelas Digital Huma Betang dan PID memberikan banyak kemudahan dalam proses pembelajaran. Materi dapat dibagikan secara lebih cepat, tugas dan asesmen dapat dikelola secara digital, sementara perkembangan belajar murid dapat dipantau secara lebih efektif dan terukur.


Menurutnya, kehadiran berbagai fasilitas digital yang telah disediakan pemerintah sangat membantu guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan observasi pengelolaan kinerja guru ini, SMAN 1 Marikit berharap budaya refleksi, inovasi, dan peningkatan kompetensi terus tumbuh di kalangan pendidik. Dengan dukungan teknologi yang semakin lengkap serta komitmen seluruh warga sekolah, transformasi pendidikan digital diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, berpusat pada murid, dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh generasi muda Kalimantan Tengah.

Sejalan dengan semangat pembangunan pendidikan Kalimantan Tengah yang maju, setara, dan merata, SMAN 1 Marikit terus berupaya memastikan bahwa setiap inovasi dan fasilitas yang telah diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan relevan dengan tantangan abad ke-21. Dengan demikian, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk menjadi generasi unggul yang mampu bersaing serta menjadi tuan di daerahnya sendiri.

(Rzn/Foto: Media Disdik).